.

Peningkatan kompetensi Banyuwangi Berkebun Melalui Diklat Penguatan Kapasitas Kelembagaan P4S RED DURIO





Peningkatan kompetensi Banyuwangi Berkebun Melalui Diklat Penguatan

Kapasitas Kelembagaan P4S RED DURIO

KABUPATEN BANYUWANGI – PROVINSI JAWA TIMUR

 

 

Senin, 29 Agustus 2016

Banyuwangi mengadakan diklat penguatan kapasitas kelembagaan p4s yang berlokasi di E-Park timur sebelah gor Tawangalun Banyuwangi. P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya ) sendiri merupakan sebuah lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dikelola oleh petani secara swadaya
baik
perorangan maupun berkelompok dan diharapkan dapat secara langsung berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya.

Diklat ini dilaksanakan selama 5 hari yaitu pada hari senin sampai jumat yang tepat pada tanggal 29 Agustus 2016 hingga 02 September 2016. Dalam acara diklat ini bukan haya materi saja yang akan disampaikan melainkan juga praktek secara langsung.seperti dalam praktek pembuatan pupuk organik kompos, praktek pemupukan, perawatan, penanaman, dll. Pupuk kompos sendiri memiliki beberapa manfaat untuk tanaman yakni :

1.      Meningkatkan kesuburan tanah

2.      Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa,nilai gizi, dan jumah panen)

3.      Menekan pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman

4.      Meningkatkan kapasitas serap air tanah,dll

Salah satu materi yang disampaikan yakni mengenai “ Budaya Kerja Moral Etika “. Yang memiliki tujuan tersendiri antara lain :

Setiap organisasi memiliki budaya kerja yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut secara umum karena tujuannya berbeda. Tujuan penerapan budaya kerja pada organisasi menurut Siagian yaitu untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan meningkatkan etos kerja produktif ( Siagian, Sondang 2000:35 ). Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM yang ada agar dapat meningkatkan produktifitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Supriyadi, Manfaat penerapan budaya kerja organisasi meliputi :

1)     Meningkatkan jiwa gotong royong

2)     Meningkatkan kebersamaan

3)     Saling terbuka satu sama lain